Selamat datang di Coretan Sederhanaku, Semoga Coretan Sederhana ini Sedikitnya bisa bermanfaat bagi anda"Feliks Jerych"

Kamis, 16 November 2017

Sinetron Vanto


Kebanyakan sinetron Indonesia menceritakan tentang orang yang bingung karena terhimpit masalah, hutang dan sebagainya. Karena kebingunan itu, mereka biasanya sering kehilangan konsentrasi dan pada akhrinya, anda bisa menebak bahwa satu-satunya jalan keluar terbaik menurut pikiran bingung mereka adalah dengan cara menabrakan diri. Atau bisa juga dengan jalan semaunya dan sesuka hati dengan harapan mendapat tabrakan; yah orang bingung memang aneh, mereka biasanya memiliki cita-cita aneh juga. Cita cita mendapat tabrak adalah sesuatu yang sulit untuk dicerna secara rasional. Kecuali jika alasan mereka adalah ingin mati. Tapi dalam sinetron anda bisa melihat bahwa hobi aneh itu, tidak menghantar mereka ke liang kubur. Karena pada dasarnya, masyarakat kita masih percaya bahwa kematian adalah takdir, sedangkan yang mereka lakukan adalah setingan yang dijalankan dengan penuh kesadaran. Disisi lain penulis skenario tentu tidak mau kalau cerita yang dia tulis memiliki kesan tidak kreatif, karena ending yang terlalu memaksa. Dia pun lalu menambahkan cerita yang lebih ruwet dan ribet lagi. Orang yang menabrakan diri akan mengalami amnesia atau kehilangan daya ingat. Nah dengan begini tentu anda sudah bisa membayangkan efeknya seperti apa. Jika korbannya laki laki, maka istrinya akan lebih leluasa untuk selingkuh; kapan saja dan di mana saja, tidak terbatas ruang dan waktu- pokoknya bebas lepas. Begitu pula sebaliknya. Sampai di sini efeknya lumayan seru bukan? Ok kita sepakat untuk tersenyum dulu akan serunya selingkuh yang bebas ini. Hal lain yang akan terjadi adalah kita bisa stres, marah pun sedih. Anda bayangkan saja, setelah 50 tahun anda menjalin persahabatan dengan korban tersebut, kemudian tiba-tiba dihari jadi yang ke 51 persahabatan kalian, anda hanya disodori kenyataan bahwa teman anda itu tidak mengingat siapa anda. Belum lagi menyangkut rahasia perusahaan, yang dimana teman anda yang sedang amnesia itu satu-satunya orang yang bisa memenangkan anda di pengadilan; tapi dia sudah telanjur jadi mayat hidup.
Sangat mengerikan, tapi itulah jenis sinetron yang disodorkan pertelevisian indonesia saat ini. Tentu semuanya fiktif. Tapi, jika anda menyaksikan itu dengan penuh penghayatan; maka disana perbedaan antara keduanya "fiksi dan nyata" hanyalah selebar sela-sela antara keramik lantai gedung DPR RI. sangat tipis.
Kenyataan ini sulit untuk kita bendung. Karena faktanya hampir diseluruh pelosok, sudah banyak korban percobaan bunuh diri yang berjatuhan di sana sini. Beberapa diantaranya bisa diselamatkan, yang lainnya tak tertolong.
Fenomena ini sangat bijaksana, tidak pilih kasih. Dia membuka diri untuk semua; baik politisi, polisi pejabat, artis, mahasiswa, pelajar dan apalagi masyarakat biasa. Siapa pun yang menjadi korban, dia terima.
Adil bukan? Rasanya indonesia harus belajar banyak dari fenomena yang dihasilkan sinetron ini, untuk bisa berlaku adil terhadap seluruh rakyatnya. Hahaha eitsss kok belajar dari fenomena buruk? Sudahlah cicak; bijaksanalah, kalau fenomena ini memberikan pemahaman tentang keadilan, yah kenapa tidak. Kita ambil sisi positifnya. Hanya itu yang disampaikan cicak sahabat ku selama aku menulis ini, dia pun diam lagi dan serius menonton tipi. Selang beberapa saat dia celetuk lagi, eitss lihat, bukankah itu salah satu politisi terkemuka di negeri ini? Dengan setengah kaget aku mengarahkan pandangan ke tipi itu. Di sana saya melihat berita tentang Bapak Setiap Nopanto yang mengalami kecelakaan. Dalam berita itu, dia dilarikan untuk dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan yang cukup serius yakni mobilnya menabrak tiang listrik dan pohon beringin. Detail kronologi peristiwa ini, belum di ketahui secara pasti karena pihak kepolisian yang ada disekitar lokasi kejadian menolak untuk berkomentar.
Mendadak aku langsung bergeming tak berkata. Ada dua hak yang tiba-tiba muncul hampir secara bersamaan dalam pikiran ku. Yang pertama-aku menaruh kasihan. Kedua---aku pikir, jangan jangan...ini adalah bentuk nyata dari sinetron yang belum selesai ku bahas ini. Mengingat seringnya nama politisi ini, diberbagai media aku langsung menaru curiga. Tapi apakah mungkin seorang politisi terkemuka, bisa dipengaruhi oleh hal hal nyeleneh yang di sodorkan sinetron? "Eitss kau bilang fenomena yang terjadi akibat dari sinetron, bisa menimpa siapa sajakan tanpa terkecuali?" tanya cicak lagi memecah lamunku untuk ke tiga kalinya. "iya, aku pikir begitulah." jawabku singkat, yang langsung ditanggapinya dengan sedikit berteriak penuh semangat. "Yesss... Tidak salah lagi. Setahuku beberapa hari terakhir, bapak ini sering dirundung banyak masalah dan persoalan. Jadi menurutku dia sedang terkontaminasi oleh sinetron sinetron; hal itu terlihat jelas dari caranya menyelesaikan persoalan". "Anda benar, bahwa fenomena itu adalah guru keadilan terbaik." Teriaknya penuh semangat, lalu melompat dan merayap di dinding.
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala sedikit heran, lalu tersenyum menyetujui alur pikirannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar